Skip to content
Visit Tianyar logoVisit TianyarEnglish
Padang rumput keemasan dan batu vulkanik Savana Tianyar saat kemarau dengan Gunung Agung di bawah langit biru

Karangasem · Bali Timur

Savana Tianyar: padang savana Bali Timur di Karangasem

Padang rumput kering yang luas di antara Gunung Agung dan pantai pasir hitam — savana paling mirip Afrika yang ada di Bali. Gratis, tanpa loket, tanpa keramaian: hanya cahaya pagi, pohon lontar, dan langit yang lapang.

Dari Ubud
±2 jam 15 m
Tiket masuk
Gratis (donasi parkir)
Cahaya terbaik
05.45 – 07.15
Musim kemarau
Mei – Oktober

Tentang Savana Tianyar

Savana Tianyar berada di lereng timur laut Gunung Agung yang kering, di Kecamatan Kubu, Karangasem. Abu vulkanik dan bayangan hujan membuat kawasan ini jauh lebih kering daripada Bali bagian selatan, sehingga yang tumbuh bukan sawah melainkan rumput bergerombol, pohon lontar, dan punggungan vulkanik terbuka.

Savana ini bukan taman yang dikelola. Ini lahan penggembalaan dan lahan warga yang boleh dilintasi pengunjung, dengan jalan setapak tanah yang dipakai peternak sapi. Justru keaslian itulah yang membuatnya indah difoto — dan alasan kita wajib menjaga sopan santun.

Saat kemarau rumputnya berubah keemasan dan hamparannya terasa seperti savana Afrika. Setelah hujan pertama, dalam dua minggu semuanya menghijau — tampilan yang sangat berbeda dan jauh lebih jarang difoto.

Gunung Agung di atas rumput keemasan dan pelinggih kecil di Savana Tianyar
Tianyar, Kubu, Karangasem, Bali, Indonesia

Cara menuju ke sana

Savana membentang di sepanjang jalan pesisir antara Kubu dan Desa Tianyar. Tidak ada gerbang tunggal — parkir di bahu jalan dekat jalur setapak, lalu berjalan masuk.

Papan Savana di samping jalur tanah dengan Gunung Agung di belakangnya

Dari Ubud

±2 jam 15 m · 78 km

Ke timur laut lewat Bangli dan Kubu menuju jalan pesisir Amlapura–Singaraja. Paling nyaman berangkat sekitar pukul 03.30.

Dari Amed

±45 menit · 27 km

Lurus menyusuri jalan pesisir lewat Tulamben. Basis paling nyaman bila ingin mengejar matahari terbit tanpa berkendara malam.

Dari Canggu / Seminyak

±3 jam 15 m · 110 km

Lewat tol ke Sanur lalu jalur pesisir ke timur. Realistisnya perjalanan menginap, bukan sehari pulang pergi.

  • Motor aman saat cuaca kering; jalur masuk berupa kerikil lepas dan pasir.
  • Tidak ada ATM, kafe, atau toilet di savana. Persiapkan di Kubu atau Tulamben.
  • Sinyal seluler tidak stabil — unduh peta offline sebelum berangkat.
  • Warga kadang menarik donasi parkir. Rp 10.000–20.000 adalah kewajaran.

Lihat di peta

Savana Tianyar, Tianyar Barat, Kubu, Karangasem — 8°13'30"S, 115°30'28"E. Titik berada di hamparan utama; parkir di bahu jalan lalu berjalan masuk.

Buka di Google Maps

Waktu & cahaya terbaik untuk foto

Hamparan ini menghadap timur ke laut dan barat ke Gunung Agung, jadi bagus di kedua ujung hari — dengan hasil yang berbeda.

Rumput keemasan dan pepohonan diterangi matahari dengan Gunung Agung di Savana Tianyar

Matahari terbit

05.45 – 07.15

Cahaya samping rendah menyapu rumput dan menegaskan setiap punggungan. Kabut pagi sering menumpuk di belakang Agung. Ini alasan bangun pagi itu sepadan.

Golden hour sore

17.00 – 18.15

Lebih hangat dan berdebu, dengan lontar backlit dan bayangan panjang ke arah pantai. Cocok untuk siluet, kurang untuk detail rumput.

Tengah hari

10.00 – 15.00

Keras, datar, dan sangat panas — di atas 34 °C tanpa naungan. Baik untuk survei lokasi, buruk untuk memotret.

Musim kemarau (Mei–Oktober) memberi rumput keemasan yang dicari banyak orang. Februari–April hijau dan dramatis setelah hujan, dengan pengunjung jauh lebih sedikit.

Rute sehari di sekitarnya

Tianyar berada tepat di ujung utara rute sehari pesisir timur. Matahari terbit di savana, air di tengah hari, taman sebelum pulang.

Amed

Amed

27 km · 45 menit

Kampung nelayan di sepanjang teluk pasir hitam, dengan jukung berjajar di pantai dan snorkeling mudah dari tepi di Jemeluk.

Tulamben

Tulamben

14 km · 25 menit

Bangkai kapal USAT Liberty hanya beberapa meter berenang dari pantai — salah satu wreck dive paling mudah diakses di dunia.

Tirta Gangga

Tirta Gangga

38 km · 1 jam

Bekas taman air kerajaan dengan batu loncatan dan kolam koi. Paling nyaman sore hari saat rombongan wisata mulai surut.

BaliLens

Ingin foto diri Anda di sini?

Foto-foto Savana Tianyar ini diambil langsung di lokasi oleh BaliLens. Jika ingin cahaya yang sama dengan Anda di dalam bingkai, berikut pilihannya — tanpa kewajiban apa pun. Panduan di atas tetap berdiri sendiri.

Tanya ketersediaan lewat WhatsApp

Harga indikatif. Tanpa uang muka sampai tanggal dipastikan.

Sesi potret di batang pohon tumbang di Savana Tianyar dengan latar Gunung AgungPengunjung berdiri di batu vulkanik Savana Tianyar dengan Gunung Agung di belakangnya

Sesi Konten

mulai IDR 5.000.000

5 jam · Savana Tianyar + Tirta Gangga

  • Tur 5 jam: Savana Tianyar & Tirta Gangga Water Palace
  • 60+ foto tersunting, dikirim dalam 7 hari
  • Video reel pendek 30 detik
  • Semua file raw disortir dan dikurasi untuk Anda

Tambahan drone

mulai IDR 1.500.000

Pengambilan udara savana dan taman air, tergantung cuaca dan aturan penerbangan lokal.

Pertanyaan yang sering diajukan

Savana Tianyar ada di mana dan berapa jauh dari pusat wisata?

Lokasinya di jalan pesisir Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali timur laut. Sekitar 2 jam 15 menit dari Ubud, 45 menit dari Amed, 1 jam 30 menit dari Lovina, dan sekitar 3 jam dari Denpasar, Canggu, atau Kuta.

Apakah Savana Tianyar layak dikunjungi?

Layak, terutama bagi yang suka lanskap terbuka, foto sunrise, dan tempat sepi. Ini satu-satunya hamparan savana di Bali, gratis, dan mudah digabung dengan Amed, Tulamben, serta Tirta Gangga dalam satu hari. Namun tidak ada fasilitas apa pun, jadi siapkan bekal sendiri.

Perlukah memakai pemandu atau ikut tur?

Tidak perlu. Anda bisa datang sendiri dengan mobil atau motor lalu berjalan menyusuri jalur. Pemandu atau sopir berguna kalau ingin rute Bali Timur satu hari penuh atau ingin diantar ke titik pandang yang kurang dikenal sebelum matahari terbit.

Apakah ada tiket masuk ke Savana Tianyar?

Tidak. Savana Tianyar adalah lahan warga dan penggembalaan terbuka tanpa loket. Warga kadang menarik donasi parkir sekitar Rp 10.000–20.000, dan itu layak dibayar.

Kapan waktu terbaik berkunjung?

Mei hingga Oktober saat kemarau, ketika rumput keemasan dan pagi cerah. Februari hingga April hijau setelah hujan dan jauh lebih sepi, tetapi awan sering menutupi Gunung Agung.

Bisakah ke sana naik motor?

Bisa, saat cuaca kering. Jalan pesisir sudah beraspal baik; jalur masuk ke padang rumput berupa kerikil lepas dan pasir, jadi berkendaralah pelan dan parkir di tanah padat.

Apakah boleh menerbangkan drone?

Tidak ada larangan lokal, tetapi patuhi aturan penerbangan sipil Indonesia: tetap di bawah 120 m, jauhi orang dan ternak, serta jangan terbang ke zona bahaya Gunung Agung saat status siaga.

Berapa lama sebaiknya di sana?

Dua jam cukup untuk mengunjungi spot utama dengan berjalan santai. Fotografer biasanya butuh tiga jam, datang sebelum cahaya pertama dan pulang saat udara mulai panas.

Apakah ada fasilitas, makanan, atau toilet?

Tidak ada di savana. Warung, SPBU, dan toilet terdekat ada di Desa Tianyar dan Kubu, beberapa menit di jalan pesisir.

Amankah berjalan masuk ke padang rumput?

Umumnya aman. Pakai sepatu tertutup karena rumput kering tajam, bawa air lebih banyak dari perkiraan, waspadai sapi lepas, dan jangan berjalan sendirian dalam gelap tanpa senter.